Harapan Ummat Terhadap MSH

Di malam terakhir tahun 2021, KH. Hafidz Abdurrahman, MA selaku Khadim Ma’had Wakaf Syaraful Haramain menyampaikan filosofi di balik nama Ma’had Wakaf Syaraful Haramain (MSH) serta penjelasan mengenai wakaf dan latar belakang MSH dalam acara talkshow yang digelar di Masjid Syaraful Haramain.

“Peradaban Islam itu lahir di tengah dua tanah suci Al-Haramain, yang Allah janjikan kemuliaannya akan kembali di akhir zaman nanti. Oleh karena itu, Ma’had Wakaf Syaraful Haramain hadir sebagai bentuk khidmat kepada Allah, untuk menolong agamaNya, mencetak para ulama yang kredibel demi mengembalikan kemuliaan peradaban Al-Haramain tersebut. Semuanya ini bisa terwujud, karena perpaduan antara ilmu, keyakinan, dan pertolongan Allah. Juga dibangun dengan hati yang bersih, ketulusan dan pengorbanan semata-mata untuk Allah,” demikian ungkap Kyai.

 

 

Pada acara semalam (31 Des’ 21), di depan para santri dan asatidz, juga para walsan dan calon walsan angkatan ke-3 yang mengikuti secara daring dari rumah masing-masing melalui zoom meeting dan live youtube,  Ustadz Ade Sudiana, Lc menjelaskan program KAH (Kulliyatul Aimah wal Huffadz). Beliau bernostalgia, bahwa awalnya program yang dirintis tahun 2016 adalah program kaderisasi para ulama. Dengan kegiatan dauroh untuk menyiapkan santri yang mau kuliah ke Al-Azhar, Mesir. Setelah berkembang, pada akhirnya dibukalah layanan pendidikan SMP–SMA yang diberi nama Kulliyatul Aimmah wal Huffadz.

Kulliyah itu berasal dari kata Kulli yang bermakna segala hal. Berarti, segala hal yang harus dipersiapkan untuk mencetak para ulama di masa mendatang, akan di pelajari di sini. Tidak hanya ilmu fiqih atau agama saja, namun ilmu sains, komputer, sina’ah zira’ah (industri), membuat telur asin, menaman tanaman hias, lele, buah, dan sebagainya, dipelajari dan dipraktikkan sehingga dapat menunjang santri menjadi ulama dan sosok pemimpin peradaban yang kredibel,” jelas Ustadz Ade yang tampil humoris.

Selanjutnya Ustadz Ade menjelaskan makna kata AlAimmah, jamak dari kata imam. Dimaksudkan untuk menyiapkan para ulama dan fuqoha yang kelak menjadi seorang imam. Lingkup yang paling sempit, masing-masing santri dapat menjadi imam bagi diri sendiri, karena setiap diri akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Sedangakan kata Al-Huffadz, jamak dari kata hafidz, yaitu para penghafal. Maka MSH berharap, santri tidak hanya menguasi ilmu agama dan ilmu sains saja. Namun juga menjadi ulama kredibel yang memiliki hafalan Al-Quran, hadits dan hafalan mutun yang benar-benar berkualitas dan mutqin.

 

 

Rata-rata orang tua menaruh harapan besar terhadap anak-anaknya agar memiliki akhlak yang luhur, menjadi putra-putri yang salih/salihah, dan dapat membanggakan orangtua. Tapi, para asatidz di sini memiliki harapan yang jauh lebih besar. Sehingga, semangat dan animo para orang tua menjadi sangat besar sekali kepada MSH. Hal ini dibuktikan dengan penerimaan santri angkatan pertama yang sudah melebihi kuota, padahal saat itu gedung belum ada, dan dewan asatidz juga baru beberapa orang dan mau menjadi volunteer, alias rela tidak dibayar. Bentuk pendidikannya seperti apa juga baru dijelaskan saat pendaftaran,” Ustadz Ade mengingatkan.

Demikian “Harapan Besar Ummat Terhadap MSH” yang menjadi tema acara talkshow Muhasabah Akhir Tahun 2021 yang dipandu oleh Ustadz Ahmad Jaelani, M.Si yang juga mampu membakar semangat para santri dengan yel-yel MSH dan tayangan video Studium General angkatan ke-3.

“Keberhasilan ini tentunya karena ada Harapan Besar Ummat Terhadap MSH dan dukungan wakaf dari para wakifiiin dan mukhlisiin,”


 

Serangkaian acara dari ba’da Maghrib hingga pukul 22.00 WIB tersebut juga turut disajikan oleh para santri. Mulai dari MC, tilawah, khitobah 3 bahasa (Inggris, Arab dan Indonesia), hingga hadrah. Biidznillah semuanya berlangsung dengan lancar.

Pembukaan Acara oleh MC
Khitobah 3 Bahasa (Ingris, Arab, Indonesia)
Tilawah Al Qur’an
                                                               Penampilan Tim Hadrah

 

Kemudian acara ditutup dengan sesi muhasabah dan doa bersama oleh KH. Hafidz Abdurrahman, MA.

“Akhir tahun, saatnya kita banyak-banyak bertaubat akan segala khilaf selama ini. Jikalau ada target-target yang belum tercapai, segera buat resolusi, buat target-taget. Jika kita serius, rencana itu pasti terwujud atas kehendak Allah. Pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan dan prestasi-prestasi yang sudah kita peroleh, semoga bisa diambil ibrah-nya yang dapat menjadikan kita bisa memperbaiki segala kelalaian dan kesalahan kita sehingga kita bisa lebih baik lagi ke depannya,” himbau Pak Kyai.

 

Muhasabah dan Doa Bersama

Alhamdulillah, acara malam akhir tahun 2021 pun ditutup dengan prosesi muhasabah dan doa bersama yang berlangsung dengan khidmat dan khusyu’. [UQA]

Leave a Comment

fourteen + five =